[Wa&Call] — [0813.9590.9590] Sewa drone camera bekasi | JEPRET PRODUCTION

kau mengamati luas hal dan berdialog , “ada apa?” Sewa drone camera bekasi. tetapi saya membayangkan hal-hal yang tak pernah ada dan saya berkata, “ada apa Tak?”. Akan kemana langkah kita setelah ini ?
Terimalah bahwa suatu yang hebat tidak datang dengan gampang maupun pesat. Diawalinya sebuah pengalaman untuk menemukan kehidupan hakekatnya diawali dari sini. banyak orang yang sudah sekolah dan sudah meraih pendidikan setinggi – tingginya. bahkan hampir separo hidupnya di habiskan di daerah duduk sekolah. mereka tidak pernah puas dan terus sekolah. melainkan jikalau kemudian dia mencoba kembali kepada pertanyan dasar,untuk apa? untuk apa segala itu? kita akan berlefleksi perihal apa yg sudah kita lakukan. tentu saja akan banyak jawaban untuk pertanyan hal yang demikian. kita tidak akan mempersulit pertanyan yang dan menambah jawaban, kita juga tidak akan berpolemik dengan debat kusir karena tidak akan mencari benar salah dalam hal ini JASA VIDEO SHOOTING. kita hanya mencoba mengamati kembali perihal apa yang pernah kita lakukan ketika masa-masa sekolah yg penuh dengan pandangan baru pandangan baru dan gagasan perihal kehidupan JASA VIDEO .

Sewa drone camera bekasi

Semasa SMA, saya sungguh-sungguh suka kegiatan ekstra kulikuler, kegiatan ilmih remaja. Aku beberapa kali mencoba mengikuti pertandingan karya ilmiah salah satunya ialah akibat keluarga berencana bagi kehidupan masa datang untuk itu saya mendapat penghargaan sepuluh besar tingkat sma yogyakarta. dalam aktivitas itu saya merasa menjadi seorang peneliti. saya menyukainya dan saya berkeinginan menjadi seorang cendikiawan dari sana saya mulai belajar menulis yang sistematis dan terprogram .

Beranjak ke kelas dua saya menganal main musik. dengan beberapa teman kami kemudian mendirikan grup band sma saya sebagai lead guitar beberapa festifal kami ikuti tapi tidak menang. saya mulai suka bermain musik dan berharap menjadi pemusik tenar. ada perasaan bangga tatkala saya berada di atas panggung dan itu yang membuat kami ketagihan. hampir tiap hari latihan entah itu di rumah saya atau di ruma teman saya ataupun di sanggar. bahkan waktu itu kami berikrar untuk tetap eksis di musik sampai kapan saja mungkin ketika itu tiada hari tampa main musik.

[Wa&Call] — [0813.9590.9590] Sewa drone camera bekasi | JEPRET PRODUCTION

Selepas SMA, saya masuk sekolah pariwisata teman teman saya di musik juga sibuk dengan urusan sekolah masing masing lambat laun kami mulai menjadi tidak jarang mengetahui objek objek tamasya seperti prambanan dan parangtritis saya mulai belajar untuk menjelaskanya kepada orang asing dengan bahas inggris mulai ketika itu sayaa saya suka menjadi guide seorang pemandu wisata saya kemudian serimg praktek di prambanan dari sana saya mulai mengetahui perihal penghasilan.
Sejak dikala itu saya ingin untuk mencari uang dengan mengembangkan kemampuan saya di bidang pariwisata saya berencana pergi kebali atau mendirikan trevel dan menjadi tour guide Sewa drone camera bekasi.
Dari pengalaman di atas tampak bahwa masa sekolah yakni msa yang penuh dengan ide dan gagasan hidup kita di dasari atas teori dan imajinasi banyak dari kita yang merencanakan sesuatu waktu di sekolah pantas dengan apa yang sedang di pelajari banyak yang menjadi idealis di sini langkah langkah yang akan di tempuh benar benar text book seusai teori yang pernah dia baca.

Sekiranya menjadi keadaan sulit di sini sesungguhnya yakni, Benarkah sekolah kita itu akan menjamin seputar apa yang akan kita kerjakan nanti? Atau sesudah sekola pasti akan tau akan ke mana bukankah banyak sekali pengangguran yg lulusan sekolah tinggi malah yang mempunyai gelar lebih dari satu?
Makna sekolah, fungsi sekolah dan tujuan sebuah pendidikan tampakny sudah bergeser jauah di lingkungan kita beberapa teman saya melanjutkan sekolahnya hanya untuk mencari grlar mencari titel. Ya, melanjutkan sekolah hanya untuk menambah gelar. alasanya? gengsi, menurut beberapa orang gelar adalah ilustrasi dirinya. dirinya diidentikan dengan gelar kian banyak gelarnya kian tambah percaya di rinya.
Pengajaran, setinggi apa saja, hakekatnya yakni lahan untuk mempersiapkan diri seseorang agar siap untuk melayani lainya masyarakatnya negaranya malahan dunia lihat tiap-tiap akhir masa pendidikan ada acara ‘wisuda’. Kini acara wisuda ialah sekedar pertanda bahwa dia sudah selesai dalam masa pendidikanya juga sebuah acara untuk menyematkan gelar jikalau kita perhatika asal kata wisuda ini yang benar berakar dari bahasa sanskrit merupakan visuda. visuda berati pembersihan sudah bersih sudah di bersihkan pada masa masa pendidikanya apa yang di bersihkan ?merupakan nafsu dan kemauan yang muncul oleh egonya sehingga sesudah lulus dia bisa berbakti tanpa rasa keserakahan dan rasa ingin menang sendiri.

[Wa&Call] — [0813.9590.9590] Sewa drone camera bekasi | JEPRET PRODUCTION

Memang, tingkat pendidikan yakni sebuah lahan untuk memaksimalkan pola pikir yang kian maju dan terbuka wajib kian tinggi poin pendidikan yang di tempuh seorang akan kian maju dan terbuka pola pikiranya bukan malahan sempit dan tidak ingin mendengarkan orang lain Sewa drone camera bekasi.

Beberapa terjebak di sini. Terjebak oleh permainan ego dalam dirinya yg mengatakan bahwa kitalah orang yang paling trampil dan paling tahu strategi karena pendidikan kita orang yg seperti ini meskipun sedang mencapai pendidikan kita.orang yg seperti ini sedangkan sedang mencapai pendidikan setinggi apa saja sesungguhnya dia jalan di daerah dia tidak sedang belajar. dia hanya mengejar status dan pemuasan untuk ‘dianggap ada’.

Suatu kali dalam penerbangan dalam negeri dari jakarta menuju ke yogyakarta seorang pramugari sedang mendekati penumpang yang masih menggunakan handphone di dalam pesawat. dalam tata tertib penerbangan memang penerapan handphone di pesawat itu di larang karena bisa mengakibatkan tergangunya cara navigasi. dalam buku manual telpon terampil juga tertulis perihal hal hal yang demikian. pramugari iti dgn lembut berkata kepada penumpang hal yang demikian “maaf bapak handphone nya bisa di matikan?”
Tapi dengan nada membentuk penumpang itu berkata lantang , “saya sudah tau!”.
Pramugari itu membalas, “Terima kasih bapak”.
Penumpang hal yang demikian kembali berkata “kamu itu si kecil saya, tahu apa?”
Trus jelas saya terkejut mendengarnya. Sebenarnya apa hubunganya hardikan bapak itu dengan keadaan sulit handphone nya.”
“Mana supervisor kamu?”
“Supervisor kami ada di depan”, jawab pramugari hal yang demikian .
“Panggil dia! kamu itu tidak sopan kepada orang tua”.

Pramugari itu lantas menuju ke depan untuk memanggil supervisor atau fight service manager. kemudian bersama pramugari hal yang demikian, flight service manager mendatangi bapak hal yang demikian sesudah sampai bapak hal yang demikian kembali berkata ”pramugari tadi tidak sopan! kalian tau tidak siapa saya ?”.

“Maaf pak sekiranya memang ada kesalahan yg di lakukan oleh teman kami,” kata flight service manager “nanti akan saya sampaikan untuk masukan dia”.

“Ya kasih tau dia ini kartu nama saya hardik bapak hal yang demikian memberikan kartu namanya.

sampai di belakang pesawat mereka bersama sama memandang kartu nama itu. ya yang maha kuasa nama bapak hal yang demikian mencakup gelar yg banyak sekali mungkin mereka tidak mengetahui namanya melainkan gelar yg berderet di kartu namanya itu yg sempat membuat orang bertanya apa benar?lalu bila memang pendidikanya banyak kali seperti ini kenapa masih melanggar hukum juga? gunakan naik darah lagi!

ini adalah sebuah kisah kongkrit yang dikisahkan oleh teman saya, seorang Pramugari

Kadang orang yg merasa pandai dan tahu tidak ingin untuk di peringatkan. dia akan mencari pembetulan dari apa yang dilakukanya .egonya akan tersentuh bila dia di peringatkan seolah dia dianggap bodoh dan tidak tahu. memang pendidikan yg ditempuh seorang tidak menjamin untuk bisa menciptakan seorang itu benar benar manusia yg berbudi pekerti luhur .malahan kadang akan membelenggu dirinya dan dia akan merasa pandai. sekiranya memang salah dan lupa apa sulit nya meminta maaf dan menerima kejadian itu sebagai sebuah pelajaran rupanya kelapangan hati untuk menerima suatu kejadian dan meminta maaf malah membutuhkan sebuah pengorbanan dari sang ego bukan membutuhkan tingkat pendidikan tinggi.

Pemaknaan sebuah sekolah atau tingkat pendidikan harus lebih disadari oleh seluruh manusia. Jikalau kemudian kesadaran untuk belajar, bukan hanya untuk sekolah dan duduk di daerah duduk universitas, tapi kesadaran untuk belajar lebih ditingkatkan karenanya sebuah pendidikan tidak hanya terjadi dibangku formal. Kalau kemudian seseorang memastikan sesudah sekolah akan berprofesi, ya berprofesi itulah belajar. Atau sesudah sekolah akan sekolah lagi itu juga belajar. Kemudian ada yang ingin berprofesi tapi belum diterima di mana mana, ya pengorbanan untuk menerima profesi itulah belajar. Sesudah sekolah ke mana ? Ya belajar!

[Wa&Call] — [0813.9590.9590] Sewa drone camera bekasi | JEPRET PRODUCTION

Segala momen sesudah sekolah itu intinya sama, tidak boleh putus impian dan tidak boleh berpangku tangan. Tak ada usaha yang sia sia. Tiap-tiap-setiap aksi akan ada respons, demikian tata tertibnya. Seandainya jelas, kita tidak hidup di dunia pandangan baru dan keinginan. Ada keinginan dan kenyataan yang kadang bertolak belakang. Ada dunia kerja dalam realita yang hampir semuanya tidak pantas dengan idealisme waktu sekolah. Ada sarjana teknik yang diterima menjadi seorang akuntan. Tak yang salah ? kalau tidak berharap, dia berarti hidup di dunia pandangan baru dan akan mempertahankan idealismenya yang kaku. Bukan teknik atau akuntannya yang diamati, tetapi bentuknya sebuah pola pikir seorang sarjana yang diperlukan. Sebuah kesadaran seorang yang sudah diwisuda itu yang perlu.

Ke manapun langkah sesudah sekolah selesai,bukanlah tolok ukur untuk suatu keberhasilan pendidikan. Duduk apa yang kita anggap menganggur selama ini bukan sebagai menganggur, melainkan sebagai sebuah kans yang diberi oleh yang maha kuasa untuk berintropeksi diri kepada langkah-langkah yang sudah kita ambil, niscaya kita akan kembali bisa membangun sebuah semangat untuk lebih membuka diri kepada kans yang sudah diberikan-nya. Kemudian langkah kita selanjutnya yakni langkah yang penuh dengan pelayanan, bukan langkah kemauan untuk menciptakan mesin uang dan kekuasaan, juga ketenaran.

Kita akan terus belajar. Tak berprofesi, dalam mencari profesi, dalam membisu sekalipun kita sedang belajar. Sebuah fakultas yang lebih penting sudah menunggu kita seluruh. Tak perlu daerah duduk pendidikan formal. Itu pendidikan formal kadang hanya menyunguhkan teori-teori yang sudah basi dan juga pembonsaian dari jiwa yang wajib berkembang. Kita hanya hidup sebetulnya sedang belajar, meski mereka yang mati sudah lulus dan melanjutkan pelajarannya. Fakultas kehidupan yakni daerah duduk pendidikan yang tidak menyediakan akta dan gelar. Universitasnya merupakan alam raya. Pesertanya ialah mereka para pemberani yang tidak membutuhkan gelar dan pengakuan dalam hidupnya. Mungkin, fakultas kehidupan adalah sebuah jawaban bagi para pemberani sesudah mereka menyelesaikan pendidikan formalnya, karena mata kuliahnya hanya satu, yakni menjadi pelayan!

Perjalanan baru saja akan diawali, permainan segera akan digelar. Sesudah mendekam sekian lama dalam dunia idealisme teori yang selalu menonjol total, sekarang kita benar-benar akan masuk dalam ‘kawah candradimuka.’ Seorang benar-benar akan digodok, dimasak dalam kawah kehidupan ini. Mereka yang selalu hidup dalam idealisme, tidak berharap berubah dan kaku, tentu akan tergilas karena kehidupan itu sendiri yang selalu berkembang dan berubah. Hidup merupakan perkembangan dan perubahan, sementara mati adalah membisu dan tetap!

Perjalanan sesudah sekolah ini merupakan seperti sebuah kelahiran. Tak masa sekolah, masa pendidikan, kita sedang dalam kandungan. Sesudah banyak yang kita tahu seputar seluruh ragam rahasiia alam di lingkungan, tetapi semacam itu kita lahir di dunia kita tetap saja akan menangis karena memang apa yang kita lihat dan natural dituntut untuk menyesuaikan diri pantas dengan zaman dan alam, juga mengkitu metode kerja perkembangan itu sendiri.
Sesudah lahir, kita tentu saja tidak langsung bisa apa-apa. Kita belajar dari orang tua dan orang sekeliling kita. Belajar berjalan, belajar membaca, belajar ngomong, dan sekian banyak hal yang mesti kita pelajari. Sesudah sekolah, tentu saja kita akan mengais, alangkah berbedanya dunia ini dengan apa yang kita pelajari melalu teori di kelas. Jadi, apa malahan jalan yang kita tempuh sesudah sekolah, itu segala ialah metode kerja belajar. Banyak orang yang kemudian stop karena memang tidak diterima berprofesi di mana-mana. Mereka benar-benar mendeg karena putus hasrat, Bangun! Sadarlah! Tak berprofesi bukan berati akhir segalanya. malahan bukan yakni pertanda segala keberhasilan. Kita masih berjalan, kita masih belajar, kita masih bayi yang baru mulai belajar berjalan.

Kita sedang tumbuh untuk menjadi manusia. Benar, kita sedang menuju kepada kemanusiaan diri. Selama ini kita be;um menjadi manusia, karenanya dari itu metode kerja belajar terus berkesinambungan. Manusia, adalh ‘diri’ yang menyadari bahwa dia akan saling melayani. Dan untuk menjadi manusia ini, tidak harus ditempuh menjadi seorang karyawan, tidak mesti ditempuh menjadi seorang pengusaha, tidak wajib ditempuh menjadi seorang manajer atau direktur. Caranya mungkin hanya satu, berani bergabung ke dalam fakultas kehidupan yang tidak menjanjikan kekayaaan, ketenaran dan pengakuan.